[ Review ] Samosir Cottages

Buat saya secara pribadi, akomodasi adalah hal yang paling penting difikirkan saat melakukan sebuah perjalanan. Karena menurut saya, kenyamanan kita saat tidur akan sangat mempengaruhi stamina kita esok harinya. Tidur yang tidak nyaman membuat kita bangun dalam keadaan tidak segar dan ini sangat dapat mempengaruhi mood kita ketika menjelajah suatu tempat.


Dan tidur yang baik juga pasti didukung oleh akomodasi yang baik pula, dan hari ini saya ingin sedikit menceritakan pengalaman saya saat menginap di Samosir Cottage di Desa Tuk Tuk, Samosir, Prapat. Overall, penginapan ini menyenangkan. Kenapa ? Emang apa saja indikasi menyenangkan itu ? Menurut pendapat saya ada 3. Pemandangan oke, Rate per malam tidak menusuk kantong dan makanannya enak. Sudah. Samosir Cottage have all of it and that’s why I love this place. Pengalaman menginap di Prapat yang tidak meninggalkan cerita baikpun akhirnya sedikit terobati ketika menginap disini.


Dari mengubek-ubek Tripadvisor saya mengetahui tentang penginapan ini, dari foto-foto dan review yang ada sepertinya cukup direkomendasikan. Akhirnya saya memutuskan untuk memesan online dua minggu sebelum hari-h dari situs kesayangan yang sering saya gunakan untuk reservasi hotel yaitu booking.com, memesan untuk dua malam, saya mendapatkan harga yang cukup bagus, 330K/night. Harga yang sangat ramah dikantong di saat masa-masa high season saat itu.


Awalnya saya tak berharap banyak dengan pemesanan ini, saya berfikir mungkin harga segitu kalau di peak season bisa berkisar di dua ratusan ribu saja, Tapi yasudahlah pasrah saja. Dari Hotel Darma Agung, kami menyebrang ke Samosir dengan menumpang kapal yang ke Ambarita, beruntungnya Hotel Darma Agung adalah salah satu penginapan pinggir danau yang memungkinkan kita untuk menghentikan kapal yang akan ke Samosir langsung dari depan Hotelnya. Setelah menawar dengan petugas kapal, kami dikenakan biaya perorang Rp. 50.000-, lebih mahal Rp 25.000,- dari harga seharusnya dikarenakan sepulang dari Ambarita, kapal akan mengantarkan kami langsung ke Samosir Cottages, di Desa Tuk Tuk.


Pukul 3 sore, kami tiba di Samosir Cottage. Kesan pertama menginjakkan kaki disini adalah “penginapan yang asri”. Banyak pohon dan bunga-bunga disekitar kamar yang ditanam dengan rapi. Karena kontur tanah seperti bukit, maka kamar-kamar disini juga dibangun dengan menyesuaikan dengan kondisi tersebut. Saat itu kami mendapatkan kamar di posisi lumayan atas. Mau tidak mau kami harus rela naik tangga yang tidak sedikit. Lumayan melelahkan. Tapi positifnya setidaknya kami tidak jauh jika ingin ke restoran. Karena letak lobby dan restoran berada di paling atas.


Hal pertama yang kami lakukan adalah check-in. Dengan menunjukkan bukti bookingan dari booking.com, kami dilayani dengan baik. Iseng, saya bertanya harga permalam jika ingin extend tanpa lewat pemesanan online. Rp. 550.000,- kata masnya. Well, booking.com save me again.


Ukuran kamar sendiri memang tidak terlalu luas dan tidak ada AC. Kata petugas reception, udara disini sudah cukup sejuk apalagi malam hari, jadi tidak diperlukan AC. Sepertinya dia benar, udara Prapat sudah cukup sejuk meski tidak sesejuk Brastagi atau Puncak. Di dalam kamar terdapat sebuah lemari, meja, kursi, dan toilet yang cukup besar dan bersih. Tidak ada televisi didalam kamar tapi siapa juga yang membutuhkan tv disaat seperti ini ? Di setiap kamar dilengkapi teras untuk duduk bersantai. Buat saya paling menyenangkan dari kamar ini adalah view Danau Tobanya, Ga perlu ngebuka pintu cukup buka kain jendela lebar-lebar dan Voilaa… Danau Toba membentang. Malamnya saat tidur dengan suara air danau berasa sangat damai . it’s feel so good.





Jangan ragukan soal makanan. They have good food. Kami sengaja tidak pergi kemana-mana selama dua malam menginap disini, hanya menghabiskan waktu menikmati suasana dan leyeh-leyeh. Karena tidak keluar dari area penginapan, satu-satunya tempat makan yang ada adalah restoran penginapan. Saya cukup puas dengan makanan disini, pilihannya beragam mulai dari makanan Indonesia hingga Western food, harganya tidak mahal dan rasanya enakkkkk. Menu breakfastnya juga mesti tak begitu banyak pilihan tapi rasanya juga tak mengecewakan.




Penginapan ini juga menawarkan banyak aktivitas seru yang bisa dilakukan disini. Di belakang restoran terdapat kolam renang ukuran sedang, meja pingpong dan table football. Jika tak puas berenang di kolam renang, silahkan turun ke bawah dan menikmati langsung segarnya air danau toba, bermain speedboat, banana boat atau bagi yang malas berbasah-basah seperti saya, leyeh-leyeh di kursi-kursi malas dan gajebo yang disediakan juga tak kalah seru.





Diluar rasa kelelahan karna harus naik turun tangga, secara keseluruhan saya suka menginap disini, yes salah satu pengalaman menginap yang menyenangkan. Good place, Good food, I think I had good day.


Sekian review Samosir Cottage. You’re welcome.


^_^


Bonus PAP Selfie diatas kapal menuju Samosir Cottage



0 Comments