IKEA – FURNITURE HOMELAND

Menurut saya, sebagai anak daerah, Ibukota Jakarta itu bak seperti Toko Serba Ada (Toserba) yang tak pernah bosan memoles diri  untuk terus memenuhi etalasenya dengan barang-barang baru yang lebih menarik untuk dimasuki. Memoles hingga menjadi magnet baru untuk mencuri perhatian hingga kadang melupakan bahwa kita kerap memaki sumpah serapah pada kota ini. Ya begitulah Jakarta, dicintai dan dibenci setengah mati dalam waktu yang sama. Semakin dicintai saat Jakarta memperkenalkan mainan baru saat masuknya perusaahaan furniture raksasa dari Swedia bernama IKEA yang telah memiliki 364 outlet di 46 negara ini pada 2014 membuka outlet teranyarnya di Jakarta atau Tanggerang lebih tepatnya. Dibawah Hero Supermarket Group sebagai pemegang lisensi resmi IKEA Indonesia, IKEA menjadi surga baru bagi para hunter furniture-furniture kece nan stylish.


Kini, sudah tidak perlu lagi ke negara seberang hanya untuk membeli jam dinding Rusch yang tersohor itu.


Dan dalam kesempatan perjalanan dinas ke Jakarta bulan Januari hingga April kemarin, saya menyempatkan diri untuk menjajal tempat ini sekali lagi setelah pada kunjungan tahun lalu, saya merasa belum puas menghabiskan uang  melihat-lihat sambil diam-diam memotret display-display kece yang manatau bisa dijadikan referensi untuk menata rumah idaman suatu hari nanti. ADA AMIN ?


So, here the stories


pada suatu hari sabtu yang cerah, saya dan 3 teman lainnya, sebut saja namanya Dimas, Fericha dan Kania (padahal memang nama aslinya) memutuskan untuk menghabiskan sabtu yang tanpa rencana ini ke sebuah toko furniture paling hits saat ini yaitu IKEA. Sebenernya teman-teman saya itu sedikit enggan untuk pergi karena menurut mereka IKEA adalah tempat hang out yang sangat tak biasa. “ngapai sih deb ke toko perabotan ?” ujar kania. Tapi dengan segala bujuk muka memelas hingga tekhnik rayuan sales penjual bubuk  ABATE akhirnya mereka bersedia menemani saya.


IKEA dari depan nih

Setelah perjalanan tidak begitu jauh dari Karawaci, kami memasuki gedung IKEA yang sampai saat ini kami belum tahu berapa luasnya dengan muka cerah nan bahagia. Ucapan selamat datang dalam bahasa Swedia di pintu masuk langsung mencuri perhatian kami.


Dengan sigap saya mengambil pulpen dan kertas yang sudah disediakan untuk mencatat barang yang akan di beli dengan keyakinan penuh akan mengisi penuh semua kolom-kolom pesanannya (walaupun berakhir dengan tidak) dan Dimas juga tak kalah sigap mengambil kantong platik besar bertajuk IKEA.

Dimas dengan kantong IKEA

Sekarang, kami siap menjelajah !!



Saya tidak pernah mempunyai alasan khusus kenapa menyukai toko furniture satu ini, walaupun mungkin hanya berujung membeli barang-barang tak penting seperti jam, bingkai foto, cermin, lampu-lampu hias hingga lilin-lilin aromatherapi. Ya habis mau beli satu set perabotan untuk bedroom atau living room, rumah yang mau diisi belum ada yang ngasih #EdisiSekalianCurhat (Padahal emang ga punya duit juga). Strategi IKEA dalam Penataan atau display produk-produk yang ditata begitu apik sungguhlah sangat menggoda iman, mereka menata produk begitu serasi satu sama lain hingga kita para pembeli merasa membeli satu item saja tidak cukup. Mereka mampu menyulap area-area tak luas menjadi sangat fungsional namun stylis.  Bayangkan mereka bisa menata sebuah rumah dengan ukuran luas 35M menjadi “terlihat” tidak sempit, fungsional dan cozy. Meski harus diakui harga-harga yang ditawarkan tak bisa dikatakan murah. Satu set perabotan untuk kitchen set atau living room mulai dari tempat tidur hingga lemari bisa berharga hinga puluh puluh yuta.


Satu hal lainnya yang saya suka dari IKEA adalah konsep Self Service yang dibuat dimana hal seperti ini masih cukup jarang untuk ukuran sebuah toko retail di Indonesia. Self Service di IKEA membuat para pembeli melihat-memilih-mengambil-membawa barang yang mau dibeli tidak seperti di toko retail biasa dimana kita tinggal memilih lalu meminta para karyawan toko untuk mengambilkan-mengecek hingga membantu sampai pada proses pembayaran. Apapun barang yang kita beli, dari barang kecil hingga perabot-perabot sebesar lemari hingga tempat tidur, We serve ourself. Menurut saya konsep ini seru sih karena buat ngajarin orang Indonesia untuk tidak lagi manja. Karena aku cuma mau manja ke kamu.





Diatas adalah contoh-contoh product IKEA yang didisplay. Semua terlalu cute untuk cuma dijadikan pajangan. Pengen di bawa pulang terus ditata di rumah sendiri. How cute my house will be !!

pardon our welfie

Good mood, good sofa !!

wanna join me, girls ?

Can you see how fericha enjoy her bedroom

Salah satu bentuk Self Service di IKEA. “Yang strong ya pak..!!!”

Namun berbicara mengenai furniture pastilah tak jauh-jauh dari berbicara kualitasnya. Jujur saja saya tak begitu paham untuk menilai kualitas sebuah barang. Banyak orang mengatakan kualitas produk yang dijual IKEA cukup bagus dan tahan lama, sesuai dengan harganya, namun tak sedikit juga yang mengatakan sebaliknya. Oleh sebab itu, mengenai kualitas haruslah dirasakan sendiri oleh para pembeli. Namun sejauh ini saya pernah membeli, ya meski hanya printil-printil kecil, saya merasa puas dengan kualitas barang-barangnya. Terbukti dari masih awetnya barang-barang yang saya beli dikunjungan tahun lalu.





Setelah cuci-cuci mata di hall perabotnya, jangan lupa juga untuk menikmati makanan yang dijual di foodcourt dan food-food standnya. Some of food is really good, trust me !! Just don’t forget to try roti goreng and ice cream. You will thank me later. Foodcourtnya juga mengadopsi konsep self service untuk memesan-membawa-dan membuang sisa makanan dilakukan sendiri. Meski masih ada yang terlihat tetap meninggalkan sisa makanan dan tidak lupa membuangnya.


Secara keseluruhan, saya dan teman-teman lumayan menikmati “tempat hang out” kami kali ini. Selain puas sedikit berbelanja banyak berfoto-foto, kami juga kenyang dengan makanan enak. tapi menurut saya IKEA Indonesia yang terletak di Alam Sutera, Tangerang ini memang layak kok untuk dikunjungi, sekedar melihat-lihat atau untuk berburu pernak pernik lucu, kalian tidak akan menyesal.


Tik Tok Tik Tok..count the times waiting for you

Jadi ya beginilah cerita pengalaman saya saat bermain-main di IKEA. Semoga bermanfaat, dan sebagai penutup, saya akan memberikan 2 tips penting bagi kalian yang akan berbelanja ke IKEA.


  1. Inilah 8 langkah mudah berbelanja di IKEA. Pilih barang yang akan dibeli – Catat kode produk – Ambil barang yang kamu inginkan di hall penyimpanan barang – Bawa pulang – Rakit sesuai petunjuk yang ada – Dan silahkan nikmati barang yang kamu beli, Jika merasa tidak puas, kamu bisa mengembalikan barang yang di beli dalam waktu 30 hari.







  2. Tips ke 2 dan paling penting adalah. JANGAN LUPA UNTUK BAWA DUIT BANYAK.  Segala efek yang ditimbulkan dikarenakan kehabisan uang yang kamu derita akibat berbelanja adalah di luar tanggung jawab penulis.


SEKIAN DAN TERIMA THR LEBARAN !!


THABIQ

0 Comments