Senin, 12 September 2016

Taman Simalem Resort, Sepenggal Surga dari Tanah Toba

In the middle of the hectic of work, money doesn’t comes on priority anymore. The one thing we need is a short trip, escape from reality. Because the most important thing that our body needs is a break once in a while.

Dikarenakan yang namanya tujuan mulia itu harus segera disegerakan, jadilah kami 13 orang berdedikasi ini memutuskan untuk melakukan pelarian sejenak ke salah satu destinasi wisata tak jauh dari kota Medan. Sebuah tempat wisata yang berada di Tanah Karo, terletak di perbukitan barat Laut Danau Toba, salah satu danau vulkanik terdalam di dunia.

Happy around to Taman Simalem Resort.



Sanking excitednya begitu nyampe jadi lupa ambil camera buat foto welcome gatenya simalem, Jadi ini fotonya minjem dari sini yaaahh..

Setelah sedikit drama tunggu-tungguan berkumpul lengkapnya 13 orang awesome ini, akhirnya pada pukul setengah 9 perjalanan pun dimulai dengan restu dari keluarga tak lupa berdoa dan mengisi bensin. Iya karena apalah artinya restu keluarga dan doa yang khusyuk jika tak didukung dengan tangki minyak mobil yang terisi toh ? Perjalanan ke Taman Simalem sendiri menghabiskan waktu kurang lebih 4 jam dari kota Medan. Lumayan ngebikin persediaan cemilan habis oleh bu Ade dan lumayan ngebikin my ass tepos tapi untungnya perasaan lelah terganti dengan ciamiknya pemandangan selama perjalanan. Bukit-bukit hijau yang dipenuhi pohon-pohon yang jujur saja saya tak tau apa saja vegetasi didalamnya jadi please jangan tanyakan itu nanti , ada juga kebun buah dan sayur seperti jeruk, tomat, strawberry, kol, bayam dll. Semua itu akan menjadi pemandangan gratis yang bisa menebus rasa capek selama perjalanan.

Sepotong selfie bersama bu Ade di eksotisnya
lekukan jalan menuju Simalem Resort

Sedikit membahas tentang Taman Simalem sendiri sebenarnya adalah sebuah resort. Uniknya tak hanya menyediakan hotel berbintang 4, Simalem juga menyediakan kawasan ekowisata yang berpadu dengan agrowisata yang dapat kita explore tanpa harus menginap di hotelnya. Dengan total luas kurang lebih 25 Hektar, tak hanya bisa guling-gulingan kita juga bisa main layangan dan patok lele bersama teman sekampung disini.

Teman saya yang berprofesi sebagai tour guide menceritakan bahwa nama Simalem berasal dari Bahasa batak karo yang berarti sejuk dan nyaman. Iya sih. tak ada yang bisa menyangkal sejuknya hembusan angin yang dalam sekejap mampu memporak-porandakan rambut kami para gadis-gadis cetar ini.

Kurang lebih pukul 11.30, akhirnya kami tiba di gerbang ucapan selamat datang Taman Simalem Resort.Untuk biaya masuknya sendiri dikenakan biaya 300K per mobilnya. A lil bit expensive but with the view and the experience we could get still worth it to pay. Biaya per mobil tersebut sudah termasuk dengan voucher potongan untuk makanan dan minuman di beberapa café yang ada di sini. Tak hanya itu, ada juga voucher bebas biaya atau diskon untuk menikmati banyak kegiatan disini seperti Outward bound, Mountain bike, Jungle Trek, Bon Fire, 9-Hole Golf, Archery, Farm Tour, Coffe Experience and many more.Semua voucher tersebut menyatu dengan lembar guide map Simalem Resort yang diberikan setelah pembayaran tiket masuk. Jadi jangan sampai kehilangan Map tersebut ya.



Ini map guide yang saya maksud.Ini map dalam keadaan tertutup.Ini map dalam keadaan terbuka. Taaaadaaaaa ~~~

Begitu memasuki kawasan Simalem, kita akan langsung disuguhkan oleh rapinya vegetasi hutan serta jejeran pohon cinnamon yang sangat cantik. Saat kita berjalan terus, kita akan menemukan sebuah air mancur bulat yang bernama”Fountain of Wealth” yang menjadi sentra Simalem Resort. Lurus, belok kiri atau kanan  menentukan tujuan kita selanjutnya. Kami pun memilih arah timur sebagai destinasi pertama, yaitu kawasan Agrotourism Farm & Mart. Saat menuju kawasan ini, saya, ade, dilla dan nanda sudah Omaigat omaigat sepanjang perjalanan. View Danau Toba sebagai maskot utama Simalem Resort membentang bak lukisan di sebuah canvas bernama semesta. Meskipun ini sudah kali keempat bertandang kesini. Tapi tetap saja saya masih terkagum-kagum dengan lukisan Maha Indah ini. Too beautiful. Its view makes me smiling from ear to ear. Always.

Ini loh view yang saya bilang bikin senyum ear to ear. Sepakat kan kalau pemandangan ini kayak lukisan. Jadi, nikmat Tuhan mana lagi yang sanggup kau dustakan, sobat ?

Agrotourism Farm & Mart sendiri merupakan pusat penelitian, pengembangan, dan penjualan bunga, buah, dan sayuran.  Sayuran yang ada di kebun sayuran dapat kita pilih sendiri dan bayar di Agro Mart. Foto-foto dibawah ini adalah beberapa kegiatan seru yang bisa dilakukan di Agrotourism farm & mart. Foto-fotonya saya pinjam dari sini karena memang kami tak sempat untuk mencoba satupun aktivitas dan juga karena menurut penglihatan serta observasi cukup mendalam yang telah kami lakukan sepertinya tempat seperti ini lebih menarik bagi kaum ibu-ibu (AHELAH DEB BAHASANYA UNTUK IBU-IBU BILANG AJA GA PUNYA DUIT).





Ini foto-foto minjem lagi ya guys.. karena kita emang ga sempat mencoba aktivitas di Agromart ini

Kami lebih tertarik untuk memulai kewajiban yang paling sahih untuk dituntaskan yaitu mencari spot foto ciamik.






Setelah kami puas meng-invasi DSLR Dian menjadi penuh foto-foto kami yang itu-itu saja teramat gorgeous dan handphone yang terkoneksi dengan camera GoPro (Dian’s stuff again) sudah menunjukkan tanda-tanda ketidakberdayaan alias low bat, kami pun memutuskan untuk istirahat makan. Jam sudah menunjukkan pukul 1 siang, armada di dalam perut juga sudah menabuh genderang perang minta perhatian. Untuk restaurant sendiri di Simalem, kita tidak perlu khawatir karena disini disediakan banyak sekali pilihan restaurant yang tersebar di semua kawasan. Untuk di Tongging Point yang masih berada di area Agrotourism Farm & Martini, restaurant yang dapat kita pilih adalah Agro Café atau Toba Cafe. Tapi kami tak memilih Agro café atau Toba café. Agro café saat itu hanya menyediakan menu makanan prasmanan all you can eat seharga 150k yang mana tema perjalanan kali ini adalah backpacker se backpackernya a.k.a hemat se hematnya. Sedangkan Toba café terlihat sepi dan tampaknya belum buka saat itu. Akhirnya kami memilih mencari restaurant lain sekalian pindah ke kawasan lain untuk di explore. Ada Tea House, restaurant paling terkenal di sini yang menawarkan Chinese Set Menu dengan Danau Toba sebagai pemandangan yang ditawarkan menjadi daya tarik utama restaurant ini.

me.. ready to hit the rock !!

Selain itu masih ada Pengambatan café dan Kodon-kodon café. Kodon-Kodon café pun menjadi pilihan kami, selain harga yang masih bersahabat di kantong (Fare makanan mulai dari 30K), kita juga bisa makan di dalam sebuah bilik kaca berkapasitas hingga 15 orang dengan pemandangan bukit serta barisan pepohonan yang sangat cantik. Jangan heran kenapa di setiap biliknya dikelilingi kaca-kaca. Hal ini berguna untuk melindungi kita dari dingin dan kuatnya angin yang berhembus. Jangan menggangap sepele hal ini karena ternyata semakin bertambahnya umur semakin berkurang juga ketahanan tubuh kita terhadap hal-hal ekstrem seperti dingin dan angin. Hal ini terbukti dari Ade yang menyerah dan memakai jaket tebal yang tadinya tak mau ia kenakan. Sedangkan saya sibuk dengan semakin kuat mendekap outer tipis yang saya sadari tak banyak membantu.


“Percayalah, kian hari tubuh ini semakin jompo, kawan !”





Setelah perut kenyang, kami pun menuju spot selanjutnya. Kami memilih ”one tree hill” sebuah bukit yang hanya terdapat sebuah pohon yang menjadi keunikannya. Informasi dari mba-mba pegawai di Kodon café mengatakan kalau One tree hill ­adalah spot tertinggi dari seluruh kawasan Simalem resort ini.

Menurut saya disinilah view paling DAEBAK diantara semua spot yang ada di Simalem Resort. Mungkin dikarenakan disinilah titik tertinggi tempat ini. Have a chance to see this beautiful scenery, its reminders me that we are only dots in this universe.Di sini selain (kembali) bisa berfoto-foto, kita juga bisa menikmati pemandangan sembari duduk-duduk syantik sambil memeluk erat diri sendiri agar tubuh ringkih ini tidak terhempas oleh kencangnya angin yang tak mau kompromi.




Setelah dari One tree hil, kami sempat mengunjungi beberapa spot lain sebelum bertolak ke destinasi wisata lain di Berastagi yang sudah kami rencanakan untuk sambangi. Spot yang sempat kami kunjungi adalah Amphitheater, sebuah theater terbuka yang lokasi panggungnya seakan-akan tepat berada di tepi danau toba. Penonton dapat melihat pertunjukan dengan Danau Toba sebagai latar belakangnya. Namun sayangnya, sampai saat kami datang tidak ada pertunjukkan yang dapat disaksikan. Tempat duduk penonton dan dinding-dinding yang ada terlihat kusam dan kurang terawat.

Karena tujuan awal plesiran ke Simalem resort ini hanyalah santai menikmati pemandangan yang DAEBAK dan waktu yang cukup terbatas, jadi kami memang tak ada mencoba satupun kegiatan disini. Tapi sebagai informasi tambahan buat kalian yang mungkin ingin menjajal kegiatan-kegiatan serunya, saya akan memberikan beberapa informasi mengenai hal-hal yang dapat dilakukan.

Untuk yang ingin berkeringat banyak ada pilihan seperti Jungle Trek, Farm Trek, Mountain Bike Trek, Bonfire, g-Hole Golf, Mountain Bike Rental, Lost in Labyrinth, Sunrise watching, Fond Fishing, Laze by Riverside dan Traditional Archery.

Bagi kalian yang suka outbond activity terdapat area khusus untuk kegiatan ini yaitu Pink Circuit, Yellow Circuit, Red Circuit, Black Circuit, Full Circuit, Rock Climbing, Flying Fox 70.

Suka yang asri dan hijau-hijau ? Kegiatan yang tersedia adalah Farm Tour, Green Fingers, Landscaping in a Pot, Tree Planting dan Floral Arrangement dan berexplore dengan kopi dan teh mulai dari mencicip berbagai jenis kopi atau teh, melihat demonstrasi roasting kopi dll.

Adik-adik gemesh ngapai dong ? Eitss.. tenang.. ada banyak hal yang sudah disediakan mulai dari Pony Riding, Kiddy Golf, A day in the life of a farmer, Bunny time, Juice Making dan Pizza making.

Untuk biaya per kegiatan sendiri berbeda-beda  satu dengan yang lain. Ada yang bisa kita masuki gratis namun banyak yang harus merogoh kantong lagi. Tapi info yang saya dapat bahwa ada harga khusus untuk mencoba kegiatan jika kita menginap disini. Ada baiknya sebelum berkunjung kesini agar kalian mengunjungi situs resminya Taman Simalem Resort, yah lumayan buat informasi referensi dan manatau lagi ada promo menarik yang bisa dinikmati.

Plesiran ke Taman Simalem kali ini menyenangkan karna bisa cuci-cuci mata, menghirup udara segar yang masih belum terkontaminasi polusi, mengumpulkan kembali semangat yang sempat drop karena penatnya pekerjaan dan paling penting semakin mengenal teman-teman perjalanan karena yah ada seorang bijak yang mengatakan bahwa katanya selain berbelanja (bagi cewe-cewe) dan main games (bagi cowo-cowo) melakukan traveling bersama adalah salah satu cara paling ampuh untuk saling mengenal dan mengakrabkan diri.  Mungkin suatu hari nanti bisa menyempatkan waktu lebih lama untuk meng-explore Taman Simalem Resort dengan lebih dekat. Menginap di salah satu resortnya juga tampak menjadi pilihan menyenangkan untuk the next escape journey. Buat kalian yan sedang mencari alternatif liburan di Tanah Karo, Taman Simalem Resort tentulah dapat menjadi satu pilihan terbaik untuk di coba. Baik untuk yang berpasangan, berkeluarga, ataupun bersendirian bersama teman-teman.

Baiklah segini dulu laporan saya dari Tanah Karo, Sampai ketemu di Escape Journey selanjutnya.  Sayonara kakak …

For More Info : The Resort Adress

Km 9, Jalan Raya Merek – Sidikalang, North Sumatera – Indonesia

+62-811-6077-616

info@tamansimalem.com

PS : Tulisan ini didedikasikan untuk 12 orang luar biasa di perjalanan ini. Terimakasih untuk Dian yang rela menyetir full selama perjalanan dan legowo menjadi tukang foto para maniac foto, Dila yang rela mobilnya berubah menjadi kapal pecah saking berantakannya, Nanda yang sudah rela dititipin sarapan dan menunggu lebih lama, Ade yang selalu berhasil mencairkan suasana with her contagious laugh, dan teman-teman baru di dunia yang tidak mudah ini (If you guys know what i mean) Sanita, Ata, Zahra, Yenny, Ghandi, Nicko, Boy, Hendri .. You guys are so nice…

Terakhir… Berikut oleh-oleh yang “dibuang sayang”













Tidak ada komentar:

Posting Komentar