48 jam Seru-Seruan di Penang !! [Part 1]

Gedung Komtar (Komplek Tun Abdul Razak), The highest building in Penang

So, if i only have 48 hours to short gateaway, what will be the destination ?


And, my choices is…. Penang.

Why ? Because of 3 simple answers.

Its Cheap, Close and Curiosity


Penerbangannya murah, dekat, only takes 40 minutes flight from Medan, dan karena sudah penasaran dengan salah satu Negara bagian Malaysia ini sejak lama. Menurut saya, Penang menarik untuk dikunjungi karena “pamor”nya sebagai kota seribu rumah sakit sudah tersohor sejak dahulu. Sebagian besar orang datang kesini memang untuk tujuan kesehatannya. Hal ini mengunggah rasa penasaran saya untuk mengenal Penang lebih dekat, mencari tau apa yang “ land of hospital” ini bisa tawarkan lagi bagi para pelancongnya.


Kesan pertama saya menjejakkan kaki disini adalah, SANTAI. Kami bergerak dari Bandara menuju Hotel pukul 8 dan jalanan sudah tampak sepi, hanya ada sedikit keramaian di beberapa titik sudut, kebanyakan karena penjual penjual makanan yang masih buka. Langsung mengingatkan saya pada kota Melacca yang saya kunjungi 2 tahun silam. Suasana dan atmosfirnya mirip betul. Jadi jangan bayangkan gegap gempitanya Kuala Lumpur jika kau berkunjung ke Penang, karena ya, kau pasti akan kecewa. Tapi, mesti tak sehiruk pikuk KL, ternyata saya cukup menikmati suasana santai ini, membuat saya tak perlu terburu-buru dengan itinerary yang kami punya untuk explore dalam 48 jam kedepan nantinya.

And we will start with day one,


Memutuskan menginap di Tune Hotel Goerge Town adalah salah satu keputusan terbaik dari perjalanan ini. Terletak di pusat kota, dekat kemana-mana, cukup nyaman dan bersih, serta aspek yang paling penting yaitu murah. Faktor-faktor paling vital menurut saya untuk memutuskan sebuah akomodasi ada semua pada Tune Hotel. Sebenarnya bisa dikatakan sudah cukup sering saya menginap di cabang Tune Hotel lainnya yang masih merupakan bagian dari Air Asia Group ini dan hampir semuanya tak pernah mengecewakan. Untuk review mengenai Tune Hotel, akan saya tulis di postingan lainnya.


Day 01. Pukul 09.00


Setelah tidur yang cukup nyenyak, pukul 9 pagi kami memulai menjelajah, tujuan pertama tentu Sarapan, because we are in budget hotel and not provided with breakfast, but hey, who’s need hotel breakfast if there are so many local culinary to explore, right ? tujuan pertama kami adalah Penang Road, salah satu distrik paling ramai di George Town yang ramai dikunjungi turis dan para orang lokal, karena terdapat pasar traditional juga disini. Kelebihan menginap di George Town dimana Penang Road masih dalam kawasannya, maka kami dapat menempuh berbagai titik wisata hanya dengan berjalan kaki, termasuk Penang Road.


Penang Road terdiri dari penjual penjual kaki lima berjejer rapi menjajakan jualannya mulai dari makanan-makanan lokal hingga aksesoris-aksesoris oleh oleh bagi para turis, Penang Road sendiri terdiri dari beberapa jalan jalan kecil lagi yang didalamnya juga diisi oleh para penjual berbagai jenis barang. Untuk mencari makanan halal sendiri disini sama sekali tidak susah mengingat Islam sebagai salah satu agama mayoritas. Kami pun memutuskan untuk sarapan di kedai indian food yang menjual mie dan asam laksa. Asam laksa merupakan salah satu makanan khas disini yang berupa Mie kuning dengan kuah campuran rasa asam dan pedas dengan tambahan ikan atau udang yang bisa dipilih sesuai selera. Pilihan yang tidak terlalu buruk untuk memulai hari.

INTERMEZO TIPS : Jika wisata jalan jalan di Penang, terdapat 2 kawasan terbaik untuk menginap, yaitu George Town dan Batu Feringghi. Putuskan jenis wisata apa yang lebih ingin dilakukan, jika wisata kota, tentu kawasan George Town adalah keputusan terbaik karena lokasi yang amat sangat strategis ditengah kota, namun jika wisata pantai yang kalian pilih, tentu Batu Feringghi adalah pilihannya. Jika tujuan kalian datang ke Penang adalah ke rumah sakit, tentu pilihan menginap terbaik adalah area penginapan pada rumah sakit yang kalian tuju. Menurut saya, memutuskan hal seperti ini dari awal adalah yang paling penting agar kita tak perlu membuang-buang waktu dengan perjalanan dari satu titik ke titik lain.


Day 01. Pukul 11.00


Setelah mengisi perut dengan Asam laksa dan Mie Jawa (i don’t know why Indah, my travelmate choose this food to start her day πŸ™‚), kami berkeliling keliling sejenak di Penang Road, sebelum akhirnya memutuskan untuk membeli tiket City Bus Tour hop on off 1 day pass. Sebenarnya sedikit random mengenai ini karena dari ini tidak direncanakan, awalnya, kami akan mengexplore satu tempat dengan tempat lain dengan menggunakan Bus Lokal Penang (Rapid Bus Penang), alasannya sederhana paling murah dan bisa merasakan jadi orang lokal, karena rapid buss merupakan sarana transportasi utama masyarakat disini. Tapi mengingat kejadian malam sebelumnya dengan rapid bus yang kami naiki dari bandara menuju hotel membuat kami tersasar hingga terminal akhir dan kami belum merasa percaya diri dengan kemampuan membaca peta untuk tau bus rute dan nomer berapa yang harus dinaiki dan halte mana yang harus dituruni, kali ini kami tak mau mengambil resiko. Dan oh ya, perlu digaris bawahi juga bahwa menandai halte-halte bus di Penang memang tidak semudah dengan halte bus atau MRT di KL yang sudah sangat lengkap, jelas dan tersebar dimana-mana tanda-tanda pemberitahuannya, di Penang, masih banyak sekali halte yang hanya sekedar satu tiang dengan gambar kecil bus sebagai penanda halte, sering kali halte halte yang tidak ramai juga hanya dilewatkan begitu saja, jadi supir bus tidak ada kewajiban untuk berhenti di setiap halte jika tidak ada orang menunggu atau memencet bel untuk turun. Bagi turis, ini agak menyulitkan, karena berarti kita harus benar benar selalu awas dengan halte yang kita tuju. Dengan pertimbangan ini, kami memutuskan untuk menaiki City Tour Buss saja agar maksimal tempat tempat yang bisa didatangi karena memang ini adalah bus turis maka titik titik pemberhentian adalah titik titik wisata, tentu sangat menghemat waktu dan tidak perlu takut untuk membuang waktu dengan kesasar, dan dari dulu  memang saya ingin merasakan menaiki city tour buss 2 lantai dengan atap terbuka ini namun belum kesampaian. Jadi, saya fikir kenapa tidak ? dengan biaya RM 45 atau kira kira IDR 150K membeli langsung on the spot di bus, kami membeli one day pass city tour buss hop on hop off city route dengan 10 titik pemberhentian (sesungguhnya, ada 2 rute yang bisa dipilih untuk city tour buss ini yaitu City ruoute dan Beach Route). Hop on Hop Off disini maksudnya adalah kita bebas naik dan turun di setiap pemberhentian yang kita mau selama satu hari penuh, cukup dengan tetap menyimpan tiket awal yang kita beli, dan ditunjukkan saat akan menaiki bus.






Seperti dengan foto diatas itu adalah rute yang dilewati oleh City Bus yang kami naiki, dijelaskan pada peta, tempat tempat wisata yang bisa dikunjungi di setiap titik pemberhentian. Bus akan berhenti 10-20 menit di setiap titik, dan jika kita belum selesai dengan satu titik, maka kita bisa naik dengan bus yang akan datang selanjutya untuk menuju tujuan berikutnya.

Muka Happy pertama kali naik City Tour Buss


Dan tempat tempat menarik yang sempat kami datangi kemarin yaitu :


Penang Hill

Sesuai namanya yang berarti bukit, penang hill adalah salah satu titik tertinggi di Penang, tak heran suasana disini cukup sejuk mengingat berada di 800-an meter diatas permukaan laut. Saat ini penang hill juga dijadikan sebagai stasiun kereta Trem bagi pengunjung yang ingin menaiki puncak bukit, yang lebih dikenal dengan bukit bendera. Merasakan berada di puncak tertinggi dengan pemandangan kota Penang tentu akan menjadi pengalaman yang tidak terlupakan. Dengan tiket seharga 30RM untuk pulang pergi, kita sudah bisa menaiki trem yang akan mendaki ke puncak bukit dengan kemiringan 45 derajat. Sayangnya kemarin kami memutuskan untuk tidak ke bukit bendera mengingat antrian pengunjung yang sangat padat dan masih banyaknya tujuan lain yang masih ingin  didatangi. Sebagai tips jika ingin ke bukit bendera, datanglah pada pagi hari sebelum antrian sangat mengular.

0 Comments