Transportasi Murah KL- Melaka

Ketika berjalan-jalan di Kuala Lumpur sudah begitu menjadi mainstream, sudah saatnya menemukan tempat alternative yang lebih menarik.

So, how about heading to Melaka ?

One day trip?

Why … not ?


………………………………………………………………………………………………………………………………………..

Kunjungan ke Kuala Lumpur kali ini adalah dalam rangka outing bersama teman-teman kantor. Boleh dikatakan ini adalah outing pertama dan terjauh yang pernah saya rasakan di sepanjang karir professional selama ini. #Ceileeh BAHASAMU DEB coba tolong disortir sedikit. Di kantor yang dulu, sayangnya budget outing tidak pernah ada dalam daftar anggaran tahunan perusahaan. Dan meskipun bertajuk outing tapi kami diberi kebebasan yang cukup besar untuk memiliki agenda sendiri. Tidak begitu banyak acara bersama jadi kami boleh melakukan apa saja. YAY .

Bosan dengan suasana yang itu-itu saja ditambah alasan sebenarnya ingin menahan keinginan belanja yang begitu besar jika hanya berkutat dari satu mall ke mall lainnya di Kuala Lumpur, saya memutuskan untuk mengikuti Dilla dan Puspa yang sejak awal sudah memiliki rencana matang untuk One Day Trip ke Melaka, sebuah kota yang berjarak sekitar 148 Km dari Kuala Lumpur. Tadinya saya enggan ikut karena berfikir butuh waktu lebih dari sehari untuk  bisa puas menikmati kota yang terkenal dengan cerita sejarah dan Rice Ball-nya ini.

But, like we all know that traveling is to see, Sedikit atau sebanyak apapun yang mampu kita lihat dalam sebuah perjalanan, semua tetap akan memiliki kisahnya sendiri.

Sejarah singkat Melaka

Kerajaan Melaka atau yang lebih dikenal dengan Kesultanan Melaka adalah sebuah kerajaan Melayu yang pernah berdiri di Tanah Malacca, Malaysia pada tahun 1405-1511. Kesultanan Melaka mencapai kejayaannya pada abad ke-15 dengan menguasai jalur pelayaran Selat Melaka, sebelum kemudian berhasil ditaklukan oleh Portugal pada tahun 1511. Sebelum berhasil dikuasai Portugal, Malacca adalah salah satu bunga desa dengan jalur perdagangan strategis sebagai primadonanya.  Kini, kesultanan Melaka telah menjadi salah satu kota wisata sejarah bagi Malaysia. Dengan bangunan-bangunan tua khas Eropa sebagai daya tarik utamanya.

How To Get There

Untuk naik Bus menuju Melaka, kita harus sampai ke Terminal Bersepadu Selatan (TBS) terlebih dahulu. Karena kami menginap di kawasan Bukit Bintang, maka cara paling dekat dan murah untuk menuju terminal adalah dengan naik kereta KTM Line (Komuter) dari KL sentral ke arah Seremban dan turun di stasiun Bandar Tasik Selatan. Untuk naik komuter sendiri kita hanya perlu mengeluarkan 2 RM untuk setiap pembelian tiket.


Begitu sampai di stasiun BTS jalanlah mengikuti connecting bridge untuk menuju Terminal Bersepadu Selatan (TBS).

TBS adalah terminal bus yang cukup besar dan sangat bersih. Disini ada banyak counter dari armada-armada Bus dengan berbagai tujuan keluar kota. Sejujurnya saya amat kagum dengan kebersihan, kemudahan, dan kenyamanan dari transportasi-transportasi publiknya negara Ini. Berharap semoga transportasi publik di Indonesia juga bisa menjadi lebih baik lagi di masa depan. #ADAAMIN ?  Kami pun mencari Bus yang waktu berangkatnya tidak lama lagi dan TARARAA pilihan kami pun jatuh pada Bus Delima merah merah aww aww dengan tarif 10 RM sekali jalan. Cukup murah untuk perjalanan yang ditempuh kurang lebih 2,5 jam dengan Bus yang bersih, nyaman dan tepat waktu jadwal keberangkatannya.


Setelah menempuh 2 jam perjalanan, Bus kami pun sampai di Melaka Central. Pusat terminal di Melaka. Tempatnya cukup sepi meski ada mall kecil dengan banyak penjual di dalamnya. Jika diperhatikan sepertinya pemerintah Malaysia memang serius dalam menerapkan strategi dengan menggabungkan pusat perbelanjaan (mall) dengan bandara, stasiun dan terminal2nya. Antara berharap orang-orang menghabiskan uangnya terlebih dahulu sebelum membeli tiket atau menyediakan sarana bagi warga yang sedang berbelanja untuk memiliki pikiran random dan memutuskan gateaway keluar kota atau keluar negeri. #MaafkanTeoriSukaSukaDebby. Kembali lagi, begitu sampai di Melaka Central kita bisa langsung menuju ke ruang tunggu kedatangan Bus dalam kota. Jangan sampai bingung karena hanya ada satu jenis Bus di tempat ini, bewarna merah bernama Panorama, yang membedakan tujuan dari masing-masing Bus adalah pada nomor Busnya. Kali ini kami menunggu Bus no. 17 dengan tujuan Jonker Street. Untuk biaya tiketnya sendiri cukup merogoh 1,5 RM sekali perjalanan dengan menepuh kurang lebih setengah jam perjalanan. Jangan malu bertanya jika kalian tidak mengetahui Bus nomor berapa untuk menuju ke tujuan kalian.

Begitu juga rute yang kami tempuh untuk perjalanan pulang kembali ke Kuala Lumpur, hanya bedanya karena waktu sudah terlalu sore dan setelah menunggu beberapa saat Bus Panorama yang menuju Melaka Central tak kunjung datang, kami memutuskan untuk naik taksi dengan tarif 20 RM hasil dari tawar menawar yang (tidak) terlalu sengit,  ya cukup mahal jika dibandingkan dengan tarif Bus yang hanya 1,5 RM. Ini bisa menjadi tips untuk kalian yang ingin menunggu Bus untuk menuju terminal, jangan terlalu sore untuk menyudahi perjalanan di Melaka karena semakin sore Bus semakin sedikit.

Tentu cara yang saya tempuh diatas adalah bukan satu-satunya cara untuk sampai ke Melaka, ada banyak alternative lainnya seperti taksi online, sewa mobil pribadi, dll. Tapi mungkin adalah salah satu cara yang termurah. Tidak perlu takut untuk menggunakan transportasi umum di Malayasia karena menurut saya keamanan, sarana, prasarananya sudah sangat bagus dan sistem yang mudah digunakan. Tips nya hanya satu, jangan enggan untuk membaca dan jangan malu untuk bertanya jika kamu merasa kesulitan untuk memutuskan rute, menggunakan mesin pembelian tiket atau menentukan gate yang tepat karena penduduk Malaysia cukup ramah untuk membantu para wisatawan yang bertanya, apalagi dengan bahasa yang masih cukup mirip, tentu bahasa tidak akan menjadi kendala berarti jika kamu ingin bertanya.

Tambahan tips lainnya, waktu yang tepat untuk sampai di Melaka jika kalian juga memutuskan untuk melakukan one day trip adalah sebelum jam makan siang sehingga kalian memiliki waktu yang cukup banyak untuk menjelajah Melaka. Saat itu kami sampai pada pukul 13.00 waktu Malaysia, dipotong waktu makan siang, kami hanya memiliki kurang lebih 2 jam menikmati Melaka.



dalam Judul “Debby mengejar Komuter”

Setelah dihitung, total biaya transportasi pulang pergi dari perjalanan ke Melaka adalah 38,5 RM jika dikonversi ke rupiah saat itu dengan rate IDR 3.200, maka kurang lebih adalah IDR 123.200,-

Cukup murah, bukan ? Tak perlu merogoh kocek terlalu dalam untuk bisa meng-explore sebuah tempat baru. Perut kenyang, hati senang. Selamat menjelajah, kalian !!!

0 Comments